VTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM Slideshow
Introduction

Untuk ketiga kalinya, PPPK Petra telah menyelenggarakan Petra Youth Orchestra Concert. Event yang digelasr di Auditorium PPPK Petra pada tanggal 9 November 2012 ini, adalah salah satu program PPPK Petra dalam menerapkan konsep pendidikan berbasis values yang disebut "Petra Education Values" di bidang pengembangan bakat dan talenta anak. Dengan tema "Beauty in Love", iringan musik simfoni yang dipadu dengan ballet performance dan drama yang mengisahkan tentang Beauty and the Beast ini, mampu memberikan suasana tersendiri bagi hadirin yang memenuhi auditorium pada malam itu. Begitu juga dengan beberapa solo performance yang turut melengkapi kemeriahan konser tersebut, termasuk performance dari Aditya Permana, perwakilan dari Nanyang Academy of Fine Arts, sebagai bentuk dukungan konser kepada Petra Youth Orchestra pada malam hari itu. Dengan penyelenggaraan secara rutin event seperti ini, diharapkan bisa mengasah dan mengembangkan talenta musik yang dimiliki oleh para anggota Petra Youth Orchestra.

Tentang Konser

Karena tak secuil pun ada cinta dalam hati, seorang pangeran berubah menjadi makhluk mengerikan: kehilangan kemanusiaan, kehilangan keindahan hidup, menyeret serta orang-orang di sekitarnya, bahkan lingkungan hidupnya. Tetapi, ketika cinta tulus menghampiri dan menyentuh hatinya, makhluk mengerikan itu berubah: cinta tumbuh dihatinya, keagungan kemanusiaan kembali padanya, kehidupan bersemi lagi, dan orang-orang disekitarnya, bahkan lingkungan hidupnya pun turut dipulihkan. Itulah yang hendak dikatakan oleh Gabrielle de Villeneueve (1740) lewat "Beauty and The Beast".

Memang, demikian itu ihwalnya: Cinta yang tulus adalah inti kehidupan, sari pati kemanusiaan, penentu makna pada segalanya. Ketika cinta tiada, kemanusiaan rusak, kehidupan runtuh, semua terjerembab dalam ketiadaan makna. Tanpa cinta, demikian menurut Villeneueve, tiap individu menjadi pribadi yang tak layak dicintai: mengerikan, ancaman bagi sesama, budak segala angkara, yang tak bisa lain kecuali menimpakan mendung kelam yang menyesakkan kehidupan.

Hanya ada satu jalan keluar: jika ada hati dengan cinta yang teramat besar, yang rela mengurbankan diri untuk mencintai yang tak layak dicintai itu, semua akan dipulihkan. Hanya hati penuh cinta yang menumbuhkan cinta dalam hati, yang memulihkan kemanusiaan, dan memberi makna pada kehidupan.

Pertanyaannya : adakah hati semulia itu? Hati siapan? Kapan?