VTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM SlideshowVTEM Slideshow
Introduction

“Music cleanses the understanding, inspires it, and lifts it into a realm which it would not reach if it were left to itself”.
Henry W. Beecher

24---Data-Concert

Hidup ini nyatanya disekat oleh banyak batas (batas etnik,  agama, politik, ideologi, budaya, dan lain-lain), dan terkotak-kotak menjadi kawasan-kawasan yang dipagari oleh batas-batas itu. Sebagian orang meyakini bahwa hal yang baik hanya ada di kawasan sendiri, sedang kawasan lain adalah kawasan yang di           dalamnya hal baik tak mungkin ada, atau —setidaknya— apa yang ada di wilayah lain patut diragukan kebaikannya. Kecurigaan,  penghakiman, dan penolakan adalah sedikit dari banyak duri yang mencuat dari penghayatan semacam ini.

Namun, ada juga orang yang percaya bahwa hal yang baik adalah anugerah yang ditaburkan oleh Sang Mahabaik ke semua kawasan, sebagaimana hujan dan panas dianugerahkan-Nya kepada semua orang. Orang-orang  seperti ini berani melakukan crossing over: menyeberangi batas wilayah sendiri,  memasuki wilayah lain, membuka diri untuk berjumpa dengan nilai-nilai yang hidup di wilayah itu bahkan memasuki pengalaman hidup warga di sana, untuk kembali ke wilayah sendiri dengan hati dan jiwa yang telah diperkaya oleh pengalamannya di wilayah lain itu.

Pelaku crossing over tidak berpindah menjadi warga wilayah lain apalagi berganti identitas. Ia tetap menjadi dirinya sendiri, dengan identitasnya yang semula. Hal baru yang dijumpainya tidak memperkeruh penghayatannya atas nilai maupun identitasnya, tetapi justru membantunya memperkaya nuansa pemahaman akan nilai-nilainya sendiri, menolongnya melihat dengan lebih jernih nilai-nilai dan identitas yang selama ini dihidupinya, dan semua itu membuatnya makin kokoh merangkul nilai-nilai serta identitasnya.

Begitulah, crossing over adalah menyeberangi batas yang ada, memasuki wilayah lain, dengan hati yang jujur dan terbuka melihat serta mengakui hal-hal yang bernilai di wilayah lain, dengan penuh kearifan menimba pelbagai kekayaan baru yang ada di sana untuk memperkaya nurani, dan kembali ke wilayah sendiri dengan hati dan jiwa yang telah diperkaya oleh perjumpaannya dengan banyak hal baru itu.

Dengan pikiran seperti itu, konser antarbangsa petang ini mengangkat karya-karya musikal dari pelbagai negeri, dengan pelbagai nilai hidup yang ada di balik tiap karya itu. PPPK Petra menyelenggarakan konser ini karena ingin membuka diri bagi perjumpaan lintas batas dan pergaulan antarbangsa. Penyelenggaraan  konser antarbangsa ini adalah penanda bahwa PPPK Petra memandang penting crossing over yang memperkaya nurani itu, dan ingin selalu  melakukannya.

Dan, musik menjadi pilihan untuk mengedepankan crossing over itu karena dia adalah bahasa universal yang mampu menembus batas-batas, dan mengantar manusia untuk memurnikan pikirannya. Henry W. Beecher menyatakan, “Music cleanses the understanding, inspires it, and lifts it into a realm which it would not reach if it were left to itself”.

Surabaya, 23 April 2014
Eko Elliarso